https://academy.ufc.com/ https://procomm2018.utoronto.ca/slot-bank-danamon https://toto-slot88.ufc.com/ Teknik Kimia Universitas Bung Hatta Adakan FGD IPAL
  • title 1

    Selamat Datang di Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Bung Hatta.

  • title 2

    Laboratorium Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Bung Hatta.

  • title 3

    Suasana Fasilitas Belajar di Taman Teknik Kimia.

  • title 4

    Student Exchange ke Gifu University, Jepang.

  • title 5

    Kerjasama dengan Industri Geothermal, Supreme Energy.

  • title 6

    Kerjasama Pertamina, Universitas Andalas, dan Universitas Bung Hatta untuk Pilot Plant Precipitated Calcium Carbonate (PCC).

  • title 7

     Program Magang Mahasiswa di PT. Semen Padang dan PT. Pusri

Teknik Kimia Universitas Bung Hatta Adakan FGD IPAL

Teknikkimaubh,- Program Studi Teknik Kimia Universitas Bung Hatta menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai Kebijakan Pengolahan Limbah Cair dan Peraturannya. FGD ini diadakan secara online melalui Zoom Meeting, Rabu (30/11/2022).

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Program Matching Fund, kolaborasi antara Prodi Teknik Kimia Universitas Bung Hatta dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Payakumbuh. Mengundang dua narasumber yakni Ir.Siti Aisyah,M.Si selaku Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Sumatera Barat dan Yuki Alandra,S.TP.,M.IL dari P3E Sumatera. Selain itu juga menghadirkan Desmon Corino,SIP.,MM selaku Kepala DLH Kota Payakumbuh sekaligus bantuan testimoni sebagai mitra kerjasama penelitian. Sementara dari pihak Teknik Kimia Universitas Bung Hatta disaksikan oleh Prof.Dr.Eng. Reni Desmiarti,ST, MT selaku ketua peneliti, Dr.Firdaus,ST, MT selaku Ketua Jurusan serta dosen dan mahasiswa yang ikut bergabung dalam Focus Group Discussion ini.

Erda Rahmilaila Desfitri,ST,M.Eng.,Ph.D sebagai Ketua Pelaksana (KP) menjelaskan kegiatan FGD ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Matching Fund Kedai Reka 2022. Dimana, Program Studi Teknik Kimia Universitas Bung Hatta mendanai untuk melakukan penelitian tentang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Payakumbuh yang bekerja sama dengan DLH Kota Payakumbuh. Kedepannya, semoga hasil kerjasama dapat bermanfaat bagi IKM, DLH dan pengembangan penelitian.

“Kegiatan FGD ini adalah salah satu rangkaian dari kegiatan Matching Fund 2022 yang mana Prodi memperoleh pendanaan untuk melakukan penelitian. Riset yang kami angkat tentang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk Industri Kecil Menengah (IKM). Kita buatkan IPAL untuk usaha keripik dan kipang Sanjai Aqilla yang berada di Kota Payakumbuh. Diharapkan, penelitian yang sedang berjalan ini memberikan dampak positif bagi kita semua, ungkapnya.”

 

Aisyah menuturkan kebijakan pengelolaan limbah cair di wilayah Sumatera Barat yang telah diatur oleh Pemerintah Pusat dan Daerah. Termasuk mengenai standar baku mutu air limbah domestik yang digunakan di Provinsi Sumatera Barat yakni Permen LHK P.68 Tahun 2016. Dimana, setiap usaha atau kegiatan yang menghasilkan limbah diwajibkan mengikuti standar baku mutu yang telah ditetapkan. 

“Pemerintah Daerah maupun Pusat telah mengatur kebijakan-kebijakan tentang limbah domestik ini. Saat ini regulasi yang kita gunakan adalah Permen LHK P.68 Tahun 2016. Dimana setiap pelaku usaha atau kegiatan yang menghasilkan limbah diwajibkan untuk mengikuti standar baku mutu yang telah ditetapkan, ungkapnya.”

Yuki membeberkan, dalam pembuatan IPAL kerjasama antara Teknik Kimia Universitas Bung Hatta dengan DLH Kota Payakumbuh sudah terbilang baik. Hal ini dilihat dari kolaborasi yang terjalin antar berbagai pihak, yakni antara pelaku usaha, media, pemerintah, masyarakat dan akademisi. Sehingga permasalahan limbah cair pun dapat dicarikan solusi penyelesaiannya,

“Pentingnya kolaborasi yang kuat dalam pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) ini. Kerjasama antara DLH dengan Universitas Bung Hatta dalam pengolahan limbah cair sudah terbilang baik karena adanya kolaborasi yang sangat intens. Dapat dilihat dari kolaborasi serta adanya dukungan antara pelaku usaha, media, pemerintah, masyarakat dan akademisi, pengungkapannya”

Desmon menuturkan adanya kerjasama antara Teknik Kimia Universitas Bung Hatta dengan DLH Kota Payakumbuh mampu meningkatkan pengetahuan pengolaan limbah cair baik masyarakat, akademisi dan pihak DLH. Diantaranya meningkatkan kemampuan berpikir untuk mengurangi pencemaran lingkungan, serta IKM menjadi lebih mudah mendapatkan perizinan dari pemerintah untuk menjalankan usaha dengan bekal ilmu dan informasi yang telah didapat.

“ Sangat banyak keuntungan yang kami rasakan dari pengerjaan ini. Diantaranya meningkatkan pengetahuan pengelolaan limbah cair baik dari dinas maupun IKM penghasil limbah cair. kemudahan mendapat perizinan dari pemerintah dalam menjalankan usaha karena telah ada pemahaman mengenai pengolahan air limbah yang sesuai regulasi, ungkapnya.”

 

 Lisa Aprilia 

Mahasiswa Teknik Kimia Angkatan 2019

Artikel Terkait

Statistik Pengunjung

Today481
Yesterday41
This week721
This month481
Total54119

Who Is Online

1
Online

2023-02-01

Lokasi