Prodi Teknik Kimia Gelar Workshop MBKM Guna Tingkatkan Akademik Mahasiswa

Prodi Teknik Kimia Gelar Workshop MBKM Guna Tingkatkan Akademik Mahasiswa

 

Program Studi (Prodi) Teknik Kimia Universitas Bung Hatta mengadakan Workshop Penyelarasan Kurikulum Revolusi Industri 4.0 dengan Program MBKM. Acara ini diadakan secara Dalam Jaringan (Daring) via Zoom, Kamis (12/08/2021).

Kegiatan ini di narasumberi oleh Prof. Dr. Eng Reni Desmiarti, S.T, M.T, Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Bung Hatta dan Prof. Ir. Yazid Bindar, M.Sc., Ph.D, Dosen Teknik Kimia dan Teknik Bioenergi dan Kemurgi Institiut Teknologi Bandung (ITB). Turut hadir beberapa dosen universitas di Indonesia dan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Bung Hatta. Adapun moderator pada acara ini yakni Ketua Prodi (Kaprodi) Teknik Kimia, Dr. Firdaus, ST, MT.

Reni menyampaikan, Teknik Kimia Universitas Bung Hatta akan berfokus pada 3 program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program yang akan diikuti oleh Prodi Teknik Kimia adalah program student exchange (petukaran mahasiswa), melaksanakam magang di industri dan proses pembelajaran berbasis proyek.

“Sampai saat ini Teknik Kimia Universitas Bung Hatta akan berfokus melaksanakan 3 program MBKM, yaitu program student exchange, program ini antar mahasiswa akan ditukarkan ke universitas lain di Indonesia dan dalam program melaksanakan magang di industri kita bisa bekerja sama baik dengan industri. Universitas Bung Hatta bisa bekerja  sama untuk melaksnakan riset bersama dengan universitas lain dalam meneliti proyek,” ujar Reni.

Yazid memaparkan, pelaksanaan program MBKM di harapkan meningkatkan kemampuan akademik mahasiswa. Mahasiswa mampu menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat.

“Program MBKM bertujuan untuk agar mahasiswa melaksanakan pembelajaran dalam bentuk pratek langsung, ketimbang dengan menggunakan teori yang digunakan sebelumya. Diharapkan dari program MBKM ini menghasilkan mahasiswa yang mampu menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat melaui riset, inovasi  dan mampu memprediksi hasil penilitian tersebut,”papar Yazid.

Lisa Aprilia, mahasiswi Prodi Teknik Kimia angkatan 2019 menyampaikan dukungan terhadap  program MBKM yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud-ristek) ini. Karena adanya program MBKM ini memberi kesempatan bagi mahasiawa mengembangkan kemampuan akademis dan relasi.

“Saya sangat mendukung adanya program MBKM ini. Program ini memberikan kesempatan pada mahasiwa untuk mengembangkan kemampuanya di bidang akademis serta menambah relasi. Banyak kelebihan yang di berikan oleh program ini, salah satunya memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk praktek langsung ke dunia kerja  dan ke masyarakat yang memberikan keleluasaan untuk berkuliah di luar instansi,”ungkap Lisa.

Senada dengan Lisa, Nefpi Despita Sari mahasiswi Prodi Teknik Kimia angkatan 2019 menyampaikan, program MBKM ini meberikan pilihan pada mahasiwa dalam meningkatkan kemampuan kompetensinya. Nefpi juga menyoroti adanya kekurangan di program MBKM harus di perbaiki.

“Adanya program MBKM ini dapat memberikam kesempatan pada kita untuk kuliah secara bebas dalam meningkatkan kompetensi berupa soft skill dan hard skill. Hal ini bertujuan untuk menyiapkan pemimpin masa depan  bangsa yang unggul dan berkepribadian baik. Tapi, ada kekurangan yang harus diperbaiki pada program ini yaitu, belum terencana dengan baik, saran saya terhadap program ini sebelum memulai ajaran baru sebaiknya pendidikan dan pengajaran direncanakan dengan baik,”ucap Nefpi.


Riko WP

Artikel Terkait

Statistik Pengunjung

Today8
Yesterday97
This week105
This month3893
Total34868

Who Is Online

1
Online

2022-09-27