https://academy.ufc.com/ https://procomm2018.utoronto.ca/slot-bank-danamon https://toto-slot88.ufc.com/ Adinda Ratu Permata, Mahasiswi Program Studi Teknik Kimia Ikuti Program Global Volunteer di Hanoi, Vietnam

Adinda Ratu Permata, Mahasiswi Program Studi Teknik Kimia Ikuti Program Global Volunteer di Hanoi, Vietnam

Adinda Ratu Permata, Mahasiswi Program Studi  Teknik Kimia Ikuti Program Global Volunteer di Hanoi, Vietnam

 

Adinda Ratu Permata (Adinda), mahasiswi Program Studi Teknik Kimia, Universitas Bung Hatta meraih kesempatan menjadi exchange participant dari program Global Volunteer yang bernama Eco-Logic di Hanoi, Vietnam. Program ini berlangsung sejak 5 Agustus 2019 hingga 17 September 2019.



Global Volunteer adalah salah satu program AIESEC yang memberikan kesempatan untuk melakukan social volunteering di luar negeri. Lewat program ini, mahasiswa dapat berkontribusi terhadap masyarakat dengan melakukan project social di negara-negara lain.

Project social ini berkaitan langsung dengan Suistanable Development Goals (SDGs) dan memiliki durasi 6 hingga 8 minggu. Dalam project ini, Dinda fokus pada SDGs No.4, yaitu Quality Education.

Dalam project Eco-Logic ini ia berkesempatan mengajar bahasa Inggris untuk murid-murid dari usia 3 hingga 13 tahun. "Saya sendiri memilih Vietnam karena masih banyak masyarakat Vietnam yang tidak mengerti bahasa Inggris dengan baik dan alangkah baiknya jika saya dapat membantu anak-anak di sana untuk belajar bahasa Inggris sedari dini,"ungkapnya.

Di samping itu, Dinda mengisi liburan semester kali ini dengan mengikuti program dari AIESEC dengan kegiatan volunteering yang bermanfaat. Selain dapat membantu generasi muda di Vietnam untuk belajar bahasa Inggris, ia juga dapat mengembangkan kemampuan bahasa Inggrisnya selama di sana; belajar bagaimana survive di negara lain dan belajar tentang budaya baru yang jelas-jelas sangat berbeda dari Indonesia.

"Penduduk Vietnam sangat ramah dan baik. Mereka tidak keberatan untuk membantu orang lain walaupun terhalang masalah bahasa. Selama di Vietnam, saya menggunakan google translate untuk dapat berkomunikasi dengan penduduk yang tidak mengerti bahasa Inggris. Kadang, saya beberapa kali di bantu oleh orang Vietnam yang sama sekali tidak dikenal dan mereka sama sekali tidak meminta imbalan atas kebaikan yang telah mereka lakukan,"imbuhnya. (**Rio/Humas)

Artikel Terkait

Statistik Pengunjung

Today480
Yesterday41
This week720
This month480
Total54118

Who Is Online

1
Online

2023-02-01